Kurikulum dan Siswa
Review yang memiliki tema “Kurikulum dan Siswa” ini terdapat pada buku 0 yang berjudul “Learning to Change: ICT in School” dengan penerbit ORGANISATION FOR ECONOMIC CO-OPERATION AND DEVELOPMENT, 2001. Tepatnya pada bab 2 halaman 19-36. Pada bab 2 ini akan dibahas oleh dua penyaji. Saya selaku penyaji bab ini membahas bab 2 bagian awal yaitu dimulai dari halaman 19-28. Halaman ini memilki 3 sub bahasan yang meliputi:
a. Pendekatan Kebijakan terhadap TIK dalam Kurikulum
b. TIK Membawa Kedalaman Baru untuk Belajar
c. Belajar Dipusatkan pada Siswa
Demikian sekilas deskripsi pembahasan bab Kurikulum dan Siswa yang dapat saya paparkan secara ringkas. Untuk lebih detailnya mari kita kita simak pemaparan di bawah ini.
Kurikulum dan Siswa
Ada kata komputer tentu mengingatkan pada teknologi informatika dan komunikasi yang sering disingkat dengan TIK. Teknologi ini memberikan dampak besar kepada manusia. Teknologi ini kaya informasi yang ada di seluruh dunia. Kita tinggal mengakses informasi yang diperlukan.
Dikaitkan dalam pembelajaran maka TIK memberikan keuntungan besar pada dunia pendidikan. TIK memberikan warna baru yang lebih kreatif menarik dan memudahkan siswa untuk belajar. Selain itu, dengan belajar TIK siswa akan memiliki keahlian tentang komputer. Ini dapat digunakan untuk bekal mereka menghadapi dunia kerja yang kini komputerisasi memang menjadi kebutuhan pokok. Oleh karenanya, kurikulum dalam pembelajaran diperlukan untk menciptakan kurikulum yang menarik dan siap mencetak out put berkualitas dan berkompeten dalam TIK.
A. Pendekatan Kebijakan terhadap TIK dalam Kurikulum
Banyak pemerintah yang telah mengadopsi dan memperkenalkan TIK ke dalam kurikulum pembelajarannya. Misalnya saja pada bulan April 1999, Negara Australia/Wilayah dan Persemakmuran Menteri Pendidikan diidentifikasi keakraban dan kompetensi dengan TIK sebagai salah satu tujuan pusat pendidikan untuk abad 21. Abad 21, Pemerintah AS memiliki berbagai kebijakan pendidikan untuk penggunaan TIK. Pengakuannya bahwaTIK menawarkan pengalaman siswa-siswa tersedia dimanapun. Di ikuti Uni Europa telah memulai rencana 2002 Eropa. Bulan Juni 2000 Dewan Eropa meminta (Deklarasi Lisbon) bahwa:
1. Setiap warganegara dilengkapi dengan keterampilan yang dibutuhan untuk bekerja di masyarakat informasi baru.
2. Anggota menyatakan memastikan bahwa semua sekolah di Union memiliki akses Internet dan sumber multimedia akhir tahun 2001.
3. Anggota menyatakan memastikan semua guru memiliki ketrampilan dalam menggunakan internet dan sumber multimedia di akhir tahun 2002.
4. Sekolah dengan progresif dihubungkan dengan jaringan yang sangat cepat untuk komunikasi ilmiah elektronik yang akan dibuat pada akhir 2001.
5. Pendidikan Eropa dan sistem pelatihan harus beradaptasi dengan pengetahuan masyarakat.
Berbagai pengaturan sekarang di tempat di negara-negara OECD untuk mempromosikan TIK di sekolah. Misalnya Portugal.humaniora, Kanada , dan dengan bagian yang cepat mendirikan ketertarikan yang kuat dengan TIK, terutama teknologi desain dan pelajaran bisnis. Prancis mulai menggunakan pendidikan TIK dengan subjek ilmiah dan dengan laboratorium bahasa, tetapi dalam sejalan dengan perkembangan kurikulum nasional, pertumbuhan sekarang di semua subjek dan tingkat. Di Belanda, TIK diperkenalkan sebagai subjek dalam sendiri dan kemudian digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran. Secara umum kurikulum melalui adopsi TIK, mendorong oleh studi menunjukkan belajar signifikan yang terkait dengan penggunaannya.
Dari penjabaran di atas kemungkinan akan ada permasalahan di dalam keamanan secara kontinuitas dengan TIK di fase yang berbeda dari pendidikan, terutama dari primer ke sekunder. Namun, kemampuan dasar TIK akan didapatkan pada tingkat dasar dan tersedia untuk digunakan dan pembangunan selanjutnya.
· Banyak pemerintah mengadopsi program utama untuk promosi menggunakan TIK di semua aspek kehidupan sekolah. Ini adalah respon menembus di kehidupan ekonomi dan sosial, dan untuk mendapatkan keuntungan dari potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan kompetensi permintaan yang lebih tinggi. Ini masih perlu bertanya seberapa jauh realisasi untuk praktek pendidikan sesuai ambisi tujuan.
· Penggunaan khusus TIK dalam pendidikan sering mulai dalam bidang mata pelajaran tertentu, termasuk informatika secara umum sekarang TIK adopsi di semua bagian kurikulum.
· Integrasi TIK pada kurikulum tidak bertentangan dengan informatika sebagai pilihan untuk beberapa, dan sesekali tambahan rangkaian untuk bisa digital untuk semua.
B. TIK Membawa Kedalaman Baru untuk Belajar
TIK memberikan keuntungan belajar siswa. Dalam pengalaman belajarnya, siswa menggunakan peralatan-peralatan TIK pada sebagian besar mata pelajaran. CD room digunakan dalam pembelajarannya dengan berbagai macam kapasitas dan ini membuat siswa sangat tertarik.
CD Room mudah dibawa dan memungkin siswa bisa dengan banyak membawa CD daripada harus membawa buku dengan beban yang lebih berat. Karena CD bisa memuat informasi dalam kapasitas yang besar dan lebih mudah daripada buku.
Penjelasan yang memberikan gambaran dari sebagian mata pelajaran untuk belajar. Siswa akan terasaa lebih nyata membawa sebuah sejarah, diperlihatkan cuplikan-cuplikan, film-film nasional termasuk percakapan, animasi simulasi barisan dan perang dan mengunjungi situs purbakala. Ini memberikan cara mudah untuk belajar dan tidak membuat siswa bosan untuk belajar. Pada Geografi pendekatan multimedia dengan atlas dunia memberikan pemahaman yang lebih baik dari situasi politik. Dalam ilmu pengetahuan dan matematika, siswa mendapatkan keuntungan dalam menggambarkan dasar konsep fisik dengan animasi, dan melakukan eksperimen mengeksplorasi hukum. Ini menambahkan daya tarik, dan membuat lingkungan kelas menyenangkan di mana siswa dapat bekerjasama. Namun, dengan menggunakan CD Room tidak semuanya memberikan keuntungan. Misalnya, kesulitan menemukan penggunaannya pada CD ROOM, presentasi tidak jelas, komputer yang kurang memadai juga dapat menghambat pembelajaran.
Meskipun demikian, secara umum pembelajaran berbasis TIK ini memberikan gambaran sebagia berikut:
· TIK berbasis bahan pembelajaran jauh cakupan subjek, kesesuaian
urutan pembelajaran dan user, tetapi sangat disukai oleh siswa.
· Ketika TIK hanya media pengiriman alternatif , siswa mendapatkan keuntungan dengan kenyamanan, kecepatan, kapasitas, motivasi dan daya tarik.
· TIK dapat melayani tujuan pendidikan sangat berbeda dan methodologi, beberapa memberikan kelebihan pada kurikulum tradisional. Digunakan secara bijak itu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, bahasa dan komunikasi, pembelajaran kolaborasi, pemahaman dan tanggapan bagi orang lain.
C. Belajar Dipusatkan pada Siswa
Gagasan pendekatan konstruktivisme adalah siswa membangun pemahaman mereka sendiri, dari membangun pengalaman sebelumnya. Dengan kata lainnya pemahaman siswa muncul melalui keterlibatan panjang berhubungan ide-ide baru, kerja kelompok, pemecahan masalaha dan penjelasan keyakinan yang telah dimilik mereka sebelumnya. Model pembelajaran ini sangat sesuai dengan menggunakan TIK baik untuk meningkatkan pemahaman, dan mendukung pengembangan keterampilan berpikir.
Pengembangan pembelajaran konstruktivisme berbasis TIK kepada siswa, guru memiliki peran sebagai pemberi bimbingan kepada siswanya. Siswa juga harus berperan aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Dengan demikian pembelajaran kontruktivisme dengan penggunaan TIK ini bermanfaat secara maksimal.
Analisa Pembahasan
Dari hasil pemaparan di atas bahwa pesatnya kemajuan di era globalisasi ini maka siswa memerlukan kurikulum pendidikan yang mampu memberikan kebutuhan yang diperlukan oleh siswa. Kurikulum yang dapat diaplikasikan untuk dunia kerja sehingga siswa memiliki keahlian dan ketrampilan yang bisa siap pakai. Ketrampilan tersebut salah satunya merupakan teknologi informatika dan komunikasi (TIK). TIK mampu memberikan pelayanan mudah, cepat dan menarik untuk memenuhi kebutuhan siswa. Siswa dapat belajar mandiri dan memiliki motivasi yang besar untuk belajar. Salah satu contoh mamfaat penggunaan TIK berupa alat bantu audiovisual dalam pembelajaran yaitu:
1. Membantu memberikan konsep pertama atau kesan yang benar.
2. Mendorong minat.
3. Meningkatkan pengertian yang lebih baik
4. Melengkapi sumber balajar yang lain.
5. Menambah variasi mengajar.
6. Menghemat waktu.
7. Meningkatkan intelektual.
8. Ingatan tentang pelajaran lebih lama.
9. Memberikan konsep baru dari sesuatu di luar pengalaman biasa.[1]
TIK menjadikan berbagai produk baru di bidang teknologi informasi yang makin berkemampuan memudahkan proses komunikasi melalui berbagai dimensi suara, tulisan dan gambar serta menjadikan informasi menyebar semakin cepat. Berjangkauan makin luas dan murah. Di dunia pendidikan kemudahan menyampaikan dan mendapatkan informasi akan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini memberikan keefektifan, efisiensi dan menarik untuk tujuan pembelajarn dan karakteristik siswa.
Dampak lain yang dikutip dari bukunya Munardji, Parapak menyatakan bahwa pemanfaatan TIK di masa datang adalah meningkatnya globalisasi dan saling ketergantungan baik nasional maupun internasional. Globalisasi tersebut menyangkut segala segi dan untuk mampu bersaing tentu dibutuhkan manusia berkualitas, inisiatif, pekerja keras dan produktif.[2] Oleh karenanya berbagai negara telah menerapkan kurikulum baru. Kurikulum terpusat pada siswa berbasis TIK. Kurikulum ini mampu memberikan siswa aktif, kreatif, inovatif untuk menciptakan karya-karya baru dan memacu semangat belajar siswa dalam dunia pendidikan.